Sabtu, 10 Oktober 2020

MOTIVATION LETTER

 

Cara Saya dalam Memahami, Menerima, dan Mencintai Diri Sendiri

Memahami diri sendiri tak selamanya mudah dilakukan. Diri sendiri boleh jadi adalah orang pertama yang kita kenali sebelum kita mengenal orang lain. Tapi, seberapa dalam kita memahaminya, acapkali menjadi misteri yang tak kunjung terpecahkan. Padahal, memiliki pemahaman mendalam tentang diri sendiri merupakan hal yang vital untuk apa pun yang kita kerjakan. Baik untuk kebaikan diri, untuk membangun hubungan yang lebih baik, juga untuk menciptakan hidup yang berarti dan memuaskan. Setiap orang memiliki cara yang unik dan berbeda untuk menghadapi dan menjalani hidupnya. Sekali kita telah menemukan pola dan kebiasaan yang bisa membuat kita lebih memahami diri sendiri, kita akan bisa lebih mantap membuat pilihan-pilihan berbeda dari yang sebelumnya tak pernah kita ambil.

Berikut adalah cara saya dalam memahami diri saya. Yang pertama, saya akan mengingat kembali perilaku lama saya. Dengan begitu saya akan dapat mengetahui apa yang salah denagn saya dan dapat berubah ke arah yang lebih baik lagi. Kemudian saya akan mengenang kembali momen momen yang berkesan bagi saya, seperti  momen menyenangkan dan juga momen momen yang membanggakan. Dengan begitu saya akan lebih semangat dalam menjalani hari hari saya. Saya juga biasanya akan bertanya kepada orang orang yang benar benar saya percaya dan saya sayang tentang pendapat mereka tentang diri saya. Mulai dari apa yang menurut mereka membuat saya senang maupun membuat saya terganggu. Tidak hanya itu, mungkin juga saya akan mendapatkan tanggapan tak terduga tentang diri saya yang mungkin juga tidak saya sadari.

Selanjutnya jika sudah dapat memahami diri sendiri, kita juga harus dapat menerima diri kita sendiri. Kita harus harus dapat menerima keadaan kita baik saat saat yang membahagiakan terlebih di saat yang buruk maupun saat kita mengalami hal yang tidak menyenangkan. Mungkin bagi sebagian orang menerima hal yang tidak menyenangkan adalah hal yang mudah dilakukan. Namun bagi kebanyakan orang termasuk saya, hal yang tidak mengenakan yang terjadi pada diri sendiri  tidaklah hal yang mudah untuk diterima begitu saja.Bahkan, tidak mengalami sakit pun juga, masih banyak orang yang kurang dapat menerima dirinya yang menurut mereka ‘banyak kekurangan’.

Berikut adalah cara saya dalam menerima diri saya sendiri.Yang  pertama adalah jadi teman bagi diri sendiri.Terkadang saya tidak memperdulikan diri saya sendiri. Tapi sekarang saya harus belajar untuk lebih menghargai diri saya dan memperlakukan diri saya, seperti saya memperlakukan teman teman saya. Selanjut nya saya akan membanggakan kelebihan saya. Tentu saja dengan hal tersebut saya akan lebih percaya diri dan akan lebih menerima diri saya. Contohnya seperti ‘saya bangga akan diri saya karena saya jago menggambar’, untuk kelebihan yang spesifik dan juga seperti ‘saya bangga akan diri saya karna saya orang yang penyabar’ untuk kelebihan umum. Kita juga bisa langsung membuktikannya agar kita lebih percaya diri.Selanjutnya jika saya masih belum dapat menerima dir saya, saya akan mencoba untuk memaafkan diri saya, seperti melupakan semua hal yang membuat saya merasa bersalah.Walaupun sangat sulit dilakukan , namun jika berhasil hal tersebut akan mengubah hidup saya.

Dan sekarang, setelah dapat memahami dan menerima diri sendiri, tentunya sekarang kita dapat mencintai diri kita sendiri. Karena sebelum kita dapat menyebarkan cinta kita terhadap lingkungan maupun terhadap orang yang kita sayang, terlebih dahulu kita harus mencintai diri kita sendiri.

Berikut adalah cara dalam mencintai diri saya sendiri.Yang pertama adalah memenuhi kebutuhan diri saya sendiri.Contohnya adalah tidur yang cukup, menjaga pola makan saya, berolahraga, atau intinya menjaga kesehatan saya. Dan juga tentu saja menghibur diri saya, seperti dengan bersenang senang, melakukan hobi saya dan lain lain. Selanjutnya saya akan bergaul dengan orang orang baik. Yang tentunya dampak positif akan saya rasakan dengan bergaul dengan orang orang yang baik. Untuk sekarang saya sudah cukup mendapatkan teman teman yang baik. Dan yang terakhir, saya akan mengurangi dalam konsumsi berita berita negatif, seperti tetang kekerasan dan kebencian. Walaupun saya juga perlu informasi akan hal-hal baru, tapi saya akan mengurangi dalam hal informasi yang berbau negatif. Karena dengan mengkonsumsi berita negatif akan membebani pikiran saya dan membuat saya merasa cemasdan khawatir. Nah, dengan mengurangi menerima berita negatif, akan lebih meringankan pikiran saya dan membuat saya merasa tenang.

 

PENTINGNYA MENTAL HEALTH BAGI GEN Z


Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar.Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain.Sebaliknya, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk.

Berdasarkan riset kesehatan dasar yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka prevalensi gangguan jiwa di Indonesia, meningkat secara signifikan dari 1,7% di 2013 menjadi 7% di 2018. Berbagai faktor bisa jadi pemicu meningkatnya masalah mental seperti pekerjaan, hubungan dengan keluarga atau pasangan, serta ujian hidup yang semakin besar.Menurut penelitian dari American Psychological Association (APA) tahun 2018 yang  berjudul “Stress in America: Generation Z”, anak muda usia 15 sampai 21 tahun adalah kelompok manusia dengan kondisi kesehatan mental terburuk dibandingkan dengan generasi-generasi lainnya.Mereka adalah generasi Z atau orang-orang yang lahir pada tahun 1993 sampai tahun 2005.

Menyelam lebih dalam, isu kesehatan mental ini adalah masalah yang cukup serius. Sejauh penelusuran tagar #depressed di Instagram menghasilkan lebih dari 12 juta postingan.Banyak sekali yang mengklaim dirinya sedang mengalami depresi dengan cara memposting gif hitam-putih dan bertuliskan “aku ingin pergi selamanya”. Beberapa diantaranya banyak yang mempunyai hasrat untuk meyakiti diri sendiri.Untuk menangani hal ini, peran pemerintah sangat dibutuhkan kehadirannya. Terutama dalam memberi ketersediaan sarana dan prasarana, seperti respon sosial, pelatihan personil dalam intervensi sosial dan psikologis yang diperlukan. Selain itu generasi Z yang dekat dengan teknologi hingga mempunyai akses informasi yang luas perlu bersikap pro-aktif dalam memahami kondisi kesehatan mentalnya sendiri. Selain memperbanyak bacaan, generasi Z juga perlu memanfaatkan akses informasi untuk mencari bantuan klinis bila memang dibutuhkan.

Jika tidak sadar akan pentingnya kesehatan mental, masa depan pemuda akan terancam karena bisa jadi dengan segala potensi yang dimiliki serta mimpi yang mereka punya, bisa menjadi penghambat jika ada masalah mental yang tidak terselesaikan serta berlarut dalam waktu yang lama. Kalau sudah begini, Indonesia secara pembangunan negara pun akan ikut terhambat karena pemuda adalah generasi penerus bangsa.

Kita tidak bisa memungkiri kalau generasi Z memang menjadi keniscayaan. Berhadapan dengan ponsel pintar hampir setiap detik merupakan konsekuensi yang tidak dapat dihindari. Tapi, bukan berarti kita harus terima hal tersebut sebagai sebuah kutukan. Sebab, masih ada yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan, salah satunya depresi.Maka dari itu, jika sudah menunjukan gejala terganggunya kesehatan mental kamu langsung cari bantuan. Bisa mencari psikolog lewat aplikasi penyedia platform untuk para dokter di smartphone atau bisa ke komunitas yang bergerak di bidang kesehatan mental, atau minimal berbagi cerita dengan orang yang benar – benar kamu percayai.Setidaknya saat merasa stress dan ada masalah, cobalah tersenyum buat orang lain, atau paling tidak untuk diri sendiri. Buat senyum kita untuk merubah dunia paling tidak lingkungan sekitar, bukan dunia yang tersenyum karena perubahan diri kita.Dan juga cobalah untuk tetap memenuhi social life seperti nongkrong, olahraga, tapi tetaplah menjadi diri sendiri dan lakukan semampunya saja. Tidak perlu mencoba menjadi orang lain hanya demi mengdapatkan pengakuan atau pujian.




MOTIVATION LETTER

  Cara Saya dalam Memahami, Menerima, dan Mencintai Diri Sendiri Memahami diri sendiri tak selamanya mudah dilakukan. Diri sendiri boleh jad...