Sabtu, 10 Oktober 2020

PENTINGNYA MENTAL HEALTH BAGI GEN Z


Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar.Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain.Sebaliknya, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk.

Berdasarkan riset kesehatan dasar yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka prevalensi gangguan jiwa di Indonesia, meningkat secara signifikan dari 1,7% di 2013 menjadi 7% di 2018. Berbagai faktor bisa jadi pemicu meningkatnya masalah mental seperti pekerjaan, hubungan dengan keluarga atau pasangan, serta ujian hidup yang semakin besar.Menurut penelitian dari American Psychological Association (APA) tahun 2018 yang  berjudul “Stress in America: Generation Z”, anak muda usia 15 sampai 21 tahun adalah kelompok manusia dengan kondisi kesehatan mental terburuk dibandingkan dengan generasi-generasi lainnya.Mereka adalah generasi Z atau orang-orang yang lahir pada tahun 1993 sampai tahun 2005.

Menyelam lebih dalam, isu kesehatan mental ini adalah masalah yang cukup serius. Sejauh penelusuran tagar #depressed di Instagram menghasilkan lebih dari 12 juta postingan.Banyak sekali yang mengklaim dirinya sedang mengalami depresi dengan cara memposting gif hitam-putih dan bertuliskan “aku ingin pergi selamanya”. Beberapa diantaranya banyak yang mempunyai hasrat untuk meyakiti diri sendiri.Untuk menangani hal ini, peran pemerintah sangat dibutuhkan kehadirannya. Terutama dalam memberi ketersediaan sarana dan prasarana, seperti respon sosial, pelatihan personil dalam intervensi sosial dan psikologis yang diperlukan. Selain itu generasi Z yang dekat dengan teknologi hingga mempunyai akses informasi yang luas perlu bersikap pro-aktif dalam memahami kondisi kesehatan mentalnya sendiri. Selain memperbanyak bacaan, generasi Z juga perlu memanfaatkan akses informasi untuk mencari bantuan klinis bila memang dibutuhkan.

Jika tidak sadar akan pentingnya kesehatan mental, masa depan pemuda akan terancam karena bisa jadi dengan segala potensi yang dimiliki serta mimpi yang mereka punya, bisa menjadi penghambat jika ada masalah mental yang tidak terselesaikan serta berlarut dalam waktu yang lama. Kalau sudah begini, Indonesia secara pembangunan negara pun akan ikut terhambat karena pemuda adalah generasi penerus bangsa.

Kita tidak bisa memungkiri kalau generasi Z memang menjadi keniscayaan. Berhadapan dengan ponsel pintar hampir setiap detik merupakan konsekuensi yang tidak dapat dihindari. Tapi, bukan berarti kita harus terima hal tersebut sebagai sebuah kutukan. Sebab, masih ada yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan, salah satunya depresi.Maka dari itu, jika sudah menunjukan gejala terganggunya kesehatan mental kamu langsung cari bantuan. Bisa mencari psikolog lewat aplikasi penyedia platform untuk para dokter di smartphone atau bisa ke komunitas yang bergerak di bidang kesehatan mental, atau minimal berbagi cerita dengan orang yang benar – benar kamu percayai.Setidaknya saat merasa stress dan ada masalah, cobalah tersenyum buat orang lain, atau paling tidak untuk diri sendiri. Buat senyum kita untuk merubah dunia paling tidak lingkungan sekitar, bukan dunia yang tersenyum karena perubahan diri kita.Dan juga cobalah untuk tetap memenuhi social life seperti nongkrong, olahraga, tapi tetaplah menjadi diri sendiri dan lakukan semampunya saja. Tidak perlu mencoba menjadi orang lain hanya demi mengdapatkan pengakuan atau pujian.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MOTIVATION LETTER

  Cara Saya dalam Memahami, Menerima, dan Mencintai Diri Sendiri Memahami diri sendiri tak selamanya mudah dilakukan. Diri sendiri boleh jad...